Pustaka kesehatan
Apa saja gejala hipotiroidisme pada wanita?
Gejala umum tiroid kurang aktif pada wanita, pengaruh hipotiroidisme pada haid, apa yang ditunjukkan tes TSH, dan kapan harus ke dokter.
Diperbarui
Singkatnya
Apa saja gejala hipotiroidisme pada wanita?
Hipotiroidisme, atau tiroid kurang aktif, berarti kelenjar tiroidmu tidak menghasilkan cukup hormon, sehingga banyak proses tubuh melambat. Gejala umum pada wanita adalah mudah lelah, sering kedinginan, berat badan naik, sembelit, kulit kering, rambut menipis, suasana hati murung, sulit berkonsentrasi, dan haid deras atau tidak teratur. Gejalanya biasanya muncul perlahan. Tes darah, biasanya TSH, adalah satu-satunya cara untuk memeriksanya.
Ditulis oleh tim Gyne · Tinjauan medis: menunggu
Poin penting
- Hipotiroidisme jauh lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki.
- Gejalanya sering mulai perlahan dan bisa disangka akibat stres atau bertambahnya usia.
- Tiroid yang kurang aktif bisa menyebabkan haid deras atau tidak teratur dan membuat lebih sulit hamil.
- Tes darah TSH biasanya menjadi tes pertama, dan TSH yang tinggi bisa berarti tiroidmu kurang aktif.
- Pengobatan biasanya berhasil baik, dan sebagian besar orang bisa hidup normal.
Apa akibatnya jika tiroid kurang aktif?
Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di bagian depan leher. Hormonnya mengatur cara tubuh memakai energi, sehingga memengaruhi hampir semua organ, bahkan seberapa cepat jantungmu berdetak.
Saat tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon, banyak fungsi tubuh melambat. Itulah sebabnya gejalanya bisa tampak sangat beragam.
Apa saja gejala hipotiroidisme yang paling umum?
Gejalanya berbeda-beda pada setiap orang dan bisa ringan. Gejala yang umum meliputi:
- Merasa sangat lelah, bahkan setelah tidur.
- Lebih mudah kedinginan dibanding orang lain.
- Berat badan naik.
- Sembelit.
- Kulit kering, dan rambut kering, menipis, atau rontok.
- Nyeri sendi dan otot.
- Suasana hati murung atau depresi.
- Sulit berkonsentrasi atau berpikir jernih.
- Suara serak dan parau.
- Denyut jantung lebih lambat.
- Haid deras atau tidak teratur.
Mengapa perempuan lebih berisiko mengalami hipotiroidisme?
Penyebab paling umum adalah penyakit Hashimoto, kondisi autoimun ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang tiroid. Penyakit ini lebih sering pada perempuan dan sering mulai di usia 30 sampai 50 tahun.
Kamu juga lebih berisiko mengalami tiroid kurang aktif jika kerabat dekat punya penyakit tiroid, kamu pernah menjalani operasi atau radiasi tiroid, kamu punya diabetes tipe 1 atau kondisi autoimun lain, atau kamu hamil dalam 6 bulan terakhir. Hipotiroidisme juga lebih sering terjadi setelah usia 60 tahun.
Bagaimana tiroid memengaruhi haid?
Hormon tiroid membantu mengatur siklusmu, jadi tiroid yang kurang aktif bisa membuat haid lebih deras, lebih tidak teratur, atau jaraknya lebih jauh. Kondisi ini juga bisa memengaruhi ovulasi, sehingga lebih sulit hamil.
Itulah sebabnya dokter sering memeriksa kadar tiroid saat seseorang mengalami perubahan siklus atau sulit hamil. Hipotiroidisme selama kehamilan bisa memengaruhi ibu dan bayi, tetapi pengobatan membantu mencegah masalah.
Apa yang ditunjukkan tes TSH?
TSH, atau hormon perangsang tiroid, berasal dari kelenjar hipofisis di otak. Hormon ini memberi tahu tiroid seberapa keras harus bekerja.
Saat hormon tiroid rendah, hipofisis membuat lebih banyak TSH untuk mendorong tiroid bekerja lebih keras. Jadi TSH yang tinggi sering menjadi tanda tiroid kurang aktif, dan TSH yang rendah bisa menjadi tanda tiroid terlalu aktif.
Jika TSH-mu di luar rentang rujukan laboratorium, doktermu biasanya akan meminta tes lanjutan, seperti T4 (tiroksin) dan antibodi tiroid. Kehamilan, sebagian penyakit berat, dan usia lanjut juga bisa menggeser TSH, jadi hasilnya dibaca bersama gejala dan riwayatmu.
Bagaimana hipotiroidisme diobati?
Biasanya diobati dengan tablet harian yang menggantikan hormon yang tidak bisa dibuat tiroidmu, paling sering levotiroksin. Banyak orang meminumnya seumur hidup.
Doktermu biasanya memeriksa ulang darahmu sekitar 6 sampai 8 minggu setelah kamu mulai atau mengubah dosis, lalu setelah stabil, sekitar setiap 6 sampai 12 bulan. Jangan pernah berhenti atau mengubah obat tiroidmu tanpa berbicara dulu dengan doktermu.
Jika kamu minum obat tiroid dan ternyata hamil, segera hubungi doktermu, karena dosisnya sering perlu diperiksa selama kehamilan.
Mungkinkah penyebabnya hal lain?
Mudah lelah, berat badan naik, dan suasana hati murung itu umum dan punya banyak penyebab, termasuk anemia, depresi, perimenopause, dan kurang tidur. Itulah sebabnya hipotiroidisme tidak bisa didiagnosis dari gejala saja, dan tes darah penting. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis kondisi ini.
Kapan harus ke dokter
- Kamu merasa lelah, kedinginan, atau murung hampir sepanjang waktu selama berminggu-minggu, dan tidak membaik.
- Haidmu menjadi lebih deras, lebih tidak teratur, atau berhenti, dan kamu tidak hamil.
- Kamu kesulitan untuk hamil.
- Kamu melihat bengkak atau benjolan di bagian depan leher.
- Kamu baru melahirkan dan merasa sangat lelah, murung, cemas, atau gemetar.
- Seseorang dengan tiroid kurang aktif menjadi sangat mengantuk, bingung, atau sulit dibangunkan: hubungi 911 atau nomor darurat setempat. Ini jarang terjadi, tetapi hipotiroidisme berat adalah keadaan darurat.
Cara Gyne membantu
Jika kamu punya gangguan tiroid, Gyne mengingatkanmu minum obat tiroid pada waktu yang kamu tentukan, dengan tips memberi jeda dari kopi, kalsium, dan zat besi. Gyne mencatat gejala seperti lelah, kedinginan, dan denyut jantung, memetakan hasil TSH dan T4-mu terhadap rentang laboratorium, dan menunjukkan bagaimana tiroid dan siklusmu bergerak bersama. Gyne tidak pernah memberi tahu dosis yang harus kamu minum.
Kesehatan tiroidPanduan ini berisi informasi umum, bukan saran medis. Hanya dokter yang bisa mendiagnosis suatu kondisi.